saat liburan tiba
Suatu hari mereka merencanakan menelusuri sungai yang ada di desa menuju hulu, dan pulangnya hanyut dengan ban dalam mobil yang memang dibawa kehulu sana. Tentu saja hanya anak-anak yang jago renang yang diikut sertakan, termasuk saya tentunya.
Salah seorang di antara kami mewanti-wanti agar nanti jangan lupa membawa bekal karena perjalanan sangat lama dan jauh.
“Kalau begitu kita masak bersama saja”,usul Anwar.
“Yah, agar jangan repot kita bungkus dengan daun saja” sahut Udin.
Akhirnya kami sepakat masak bersama dan lauknya ayam goreng bakar saja. Udin yang kami tunjuk untuk mengurus semua ini sangat senang dan uang patungan yang terkumpul saat itu langsung dia bawa dan berjanji besok pasti siap sedia.
Perjalan hari itu memang sangat berkesan dan harus kami akui Udin memang jago memasak. Makanan yang ada tidak tersisa dan dengan tenang kamipun sampai ke kampung dengan selamat.
Yang jadi berita besok paginya, kami semua yang pergi ke hulu sungai dipanggil oleh Bapak Kepala Desa, disuruh kerja bakti membersihkan jalan desa, karena kami didakwa telah mencuri ayam berdasarkan laporan yang kehilangan ayam.
Tentu saja kami terkejut, Udin yang kami sangka membeli ayam hanya tersenyum malu tanpa berani menoleh kepada kami. Yang lebih sakit lagi ternyata Udin mencuri ayam nenek saya yang hanya semata wayang dan selalu setia membangunkannya setiap subuh untuk sholat.
by.. boneka kertas


