SALAM DARI NEGERI PASIR

Bicaralah, jika kau ingin... Tak harus utuh juga tak mengapa tak perlu sebutkan nama sebab, aku tak butuh namamu datanglah, jika kau rasa itu perlu dan pergilah semaumu, jika kau sudah bosan disini

Sunday, September 18, 2005

Maaf, aku nggak bisa

Dia: Maaf, aku nggak bisa
Aku: Kenapa?? Bukannya dia bagus
Dia: Kurasa itu hanya pendapat sebagian orang
Aku: Lho, bukannya kamu sudah melihat hasilnya
Dia: Yang bagian mana? Dia kurang belajar, nggak open minded. Back groundnya beda dengan kita
Aku: Jadi nggak bisa yah?
Dia: Hmm, kurasa dia harus sekuat tenaga berusaha sendiri. Maaf untuk yang ini susah..


Kamu sudah baca sayang, kamu sudah tahu sayang. Rupanya kata mereka itu bedanya. Maaf

Monday, September 12, 2005

aku menunggu lagi...

akhirnya... untuk yang kesekian kalinya aku menunggu dan menunggu lagi.. tapi tak apa, melihatnya saja aku sudah senang... apalagi melihat dia bisa tersenyum di dunia permainannya, tertawa lepas...!!! tetaplah tersenyum sayang, maka dunia akan selalu tersenyum untukmu.
Hmmm... ku akan tetap disini manyaksikanmu... sampai berapa lama? entah lah... sampai berapa lama aku akan tetap memandangimu...

Thursday, September 08, 2005

MENUNGGU KEMATIAN

di sini.. ku hanya bisa tertunduk tak berdaya menunggu pasungan kematian itu tiba. sungguh betapa bodoh dan egoisnya aku, melakukan hal-2 yang sangat-2 tolol sehingga aku harus di pasung oleh kepulan rasa bersalah ku sendiri... sikap lancang dan berlebihan ku telah membuat bintang itu kembali sesenggukan,
kini... ku hanya bisa bisa menghela nafas... menyesali perbuatan tolol itu...
dan jika kata maaf itu harus ku tebus dengan kematian... aku akan belajar menerimanya.
maafkan aku sayang...!!!
kamu berhak untuk marah
kamu berhak untuk benci
kamu berhak untuk memaki
... dan aku akan tetap menunduk mendengarkan marahmu
aku akan tetap disini menunggu pasungan kematianku tiba...
maaf kan aku sayang....!!!
Maafkan bocah bodoh ini...!

Wednesday, September 07, 2005

Ear me...

Ear me.....

Tuesday, September 06, 2005

Jangan Kirimi Aku Bunga

Jangan Kirimi Aku Bunga

Oleh: Tidak Diketahui


Aku mendapat bunga hari ini.
Meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
Dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirimi aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku.
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

Aku mendapat bunga hari ini,
Padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang. Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa.. inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini...

He dewa....!!!

He dewa....!!!
kau sembunyikan dimana bintang ku...
kau ajak berkunjung ke negeri manakah kekasih
ku
Tolong lah aku dewa....!!!
sampaikan padanya...
aku telah datang.........
untuk menemuinya
bercanda, bercerita.....
seperti hari-2 kemarin...
ketahuilah, dewa.....
kalau aku rindu saat-2 itu...
hanya bersamanya...
hanya bersama bintang itu....
dunia ini tersenyum kembali....
apakah bintang itu bersamamu dewa?....
baiklah......
aku akan menunggunya disini...
tolong,
sekali lagi sampaikan padanya....
aku menunggunya...
di sini....
di pusara ini...


^^boneka kertas^^